Noviar berjalan dengan baik. Hal ini merupakan suatu

Noviar Ayu Pramadewi106117004Pengantar Ilmu KomunikasiDr. Adde Oriza Rio, M.SiAtiqa Khaneef Harahap, S.I.Kom, M.Si1. a) Komunikasi intrapersonal merupakan komunikasi yang terjadi pada diri sendiri, dimana komunikasi ini merupakan proses terjadinya aktivitas pada diri yang berpikir yang berlangsung  pada diri sendiri. Komunikasi interpersonal merupakan hubungan berupa interaksi yang akan terjalin jika ada proses timbal balik antar individu dengan individu dalam penerimaan dan pengiriman pesan atau informasi. Komunikasi kelompok merupakan komunikasi yang dilakukan oleh sekumpulan orang bersama untuk mencari dan membuat suatu keputusan dalam pembicaraannya. Komunikasi organisasi merupakan komunikasi yang terjadi dan dilakukan didalam organisasi oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan dalam suatu organisasi dan memiliki sistem atau terstruktur. Komunikasi publik merupakan komunikasi  yang dilakukan oleh satu orang pembicara yang ditujukan untuk khalayak banyak atau audience atau penonton yang merupakan sebuah penyebaran informasi. Komunikasi antar budaya merupakan komunikasi yang terjalin antara satu individu dengan individu lain yang berbeda budaya dan mereka saling berinteraksi guna mengetahui budaya satu sama lain untuk menambah informasi dan menjalin hubungan antarbudaya. Komunikasi massa merupakan komunikasi yang berlangsung  melalui media massa yang ditujukan untuk khalayak ramai dalam jumlah besar yang biasanya melalui surat kabar , televisi, radio, dan sebagainya yang terjadi dengan direncanakan, bersifat formal dan dapat diprediksi. Namun interaksi yang terjadin cenderung rendah karena kurangnya suatu tindakan berinteraksi. b) Komunikasi intrapersonal terjadi pada diri sendiri. Ketika kita sudah mampu mengenali dan memahami diri sendiri, maka komunikasi intrapresonal yang terjadi berjalan dengan baik. Hal ini merupakan suatu proses pengembangan yang dikarenakan oleh terjadinya suatu masalah yang menimbulkan pergerakan oleh diri kita sendiri. Dengan begitu, kita akan mencari cara agar dapat keluar dari permasalahan  yang sedang kita alami. Kesadaran yang timbul dalam diri yang mengakibatkan perenungan yang membuat kita mulai untuk menganalisis pembicaraan yang akan dijalin agar kelak kita mendapat wawasan untuk diri sendiri. Dengan ekspresi yang kita tunjukan kepada orang lain, akan memberikan kita wawasan dan pemahaman yang lebih luas mengenai tingkat emosional diri kita, sehingga kita dapat mengatur dan menjaga kesabaran kita saat menghadapi suatu situasi. Komunikasi interpersonal terjadi ketika ada dua orang yang saling berkomunikasi dan menimbulkan respon kepada satu sama lain. Komunikasi ini terjalin secara tidak terencana, karena bisa terjadi saat berpapasan atau secara ketidak sengajaan. Komunikasi antar pribadi ini memiliki ciri yang unik dengan cara memiliki kemampuan untuk menerima individu lain dengan apa adanya. Dalam konteks komunikasi ini, hubungan yang dimiliki oleh orang-orang yang melakukan komunikasi interpersonal mempunyai ciri yaitu memiliki komitmen atau keputusan antara keduanya yang diambil bersama dalam menjalankan hubungan, membentuk peraturan, dan dipengaruhi oleh konteks yang lainnya. Perkembangannya melalui inisiasi yang berupa tahapan untuk saling menyesuaika. Eksplorasi merupakan tahap di mana mulai mencari informasi tentang individu lawannya. Yang dimaksud dengan intensif yaitu sebuah tahap untuk menentukan keputusan, seperti mau bersikap bagaimana kepada individu lawannya. Selanjutnya adalah formal, yaitu memberi atau mencari sebuah simbol untuk hubungannya. Redefinisi adalah sebuah pendefinisian ulang peraturan-peraturan yang berada dalam hubungan itu sendiri. Terakhir, deterosiasi merupakan suatu tahap kemunduran atau bisa juga menjadi tahap kemajuan, semuanya tergantung kepada penyikapan yang terjadi antar individunya ketika masalah tersebut muncul. Komunikasi kelompok terjadi pada sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. Karena jika berdua itu berarti antar pribadi. Komunikasi kelompok terjadi ketika lebih dari dua orang melakukan komunikasi bersama-sama yang biasanya terjadi dengan terencana namun bisa formal ataupun tidak formal yang di diskusikannya. Mereka yang tergabung didalamnya biasanya memiliki tujuan yang sama, adanya rasa saling memiliki satu sama lain, dan rasa saling mempengaruhi antar anggotanya. Komunikasi kelompok terbagi menjadi dua jenis, yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer tidak memiiki tujuan yang spesifik karena tujuannya hanya memenuhi hasrat dalam bersosialisasi yang contohnya terjadi di keluarga dan grup sosial. Kemudian kelompok sekunder memiliki tujuan spesifik yang tujuannya untuk mencapai atau menyelesaikan sesuatu misalnya yang terjadi di dalam kelompok belajar bersama. Alasan bergabung dalam kelompok biasanya dikarenakan adanya kebutuhan untuk merasa di akui, tertarik dengan tujuan kelompok tersebut, tertarik pada aktivitas yang dilakukan di kelompok tersbut, dan tertarik pada orang yang tergabung dalam kelompok. Terbentuknya kelompok situasi dimana orang-orang saling berkenalan dan membentuk kelompok, dalam kelompok tersebut muncul kegelisahan dan rasa ketidak pastian pada awal memasuki kelompok tersebut dan masih berperilaku dengan hati-hati. Kemudian ada yang disebut dengan storming yang dimaksud dengan kemunculannya konflik-konflik di dalam kelompok tersebut. Lalu ada norming, yaitu pembentukan norma dalam kelompok yang mempengaruhi setiap orang di dalamnya. Performing, sebuah aktivitas yang berupa kerjasama yang dilakukan orang-orang di dalamnya secara produktif. Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu oraganisasi yang didalamnya terdapat sebuah kelompok yang memiliki peran antar anggotanya dan memiliki tujuan bersama dalam memajukan organisasi tersebut. Komunikasi ini biasanya lebih mengarah pada hal yang formal. Komunikasi publik dilakukan oleh satu orang yang melakukan komunikasi di depan khalayak ramai yang meliki  tujuan menambah pengetahuan biasanya terjadi di acara seminar, menghibur biasanya terjadi saat acara stand up comedy, dan mengubah sikap biasanya seminar-seminar keagamaan. Agar bisa menjadi pembicara yang baik saat melakukan komunikasi publik harus ada semangat dan membuat audiencenya merasa dapat feelnya saat ia berbicara atau yang dibicarakannya pas. Komunikasi antar budaya terjadi antara dua orang yang berbeda budayanya dan mereka berinteraksi. Biasanya perbedaan budaya itu seperti dari bahasanya dan pakaian adatnya. Ketika adanya perbedaan itu maka akan terjadi komunikasi karena ada rasa keingin tauan tentang budaya yang berbeda itu. Budaya memiliki karakteristik seperti budaya itu kompleks dan memiliki banyak segi, budaya tidak dapt dilihat secara langsung, budaya itu subjektif, dan budaya itu berubah dari waktu ke waktu. Budaya itu kompleks dan memiliki banyak segi, berarti budaya itu tersusun atas banyak elemen yang saling berkaitan dan mempengaruhi secara kompleks serta budaya banyak seginya karena budaya memiliki keunikannya masing-masing. Komunikasi massa terjadi melalui media masaa yang proses penyampaian pesannya memanfaatkan teknologi sehingga pesan-pesan tersebut bisa tersampaikan kepada khalayak. Biasanya bukan hanya satu dua orang, namun banyak orangnya dan sifatnya anonim yaitu tidak mengetahui persatu orangannya. Dalam proses komunikasi massa memiliki tiga tahapan yaitu produksi, distribusi dan konusmsi. Produksi merupakan proses dalam pengemasan sebuah pesan yang menggunakan beragam teknologi. Distribusi merupakan proses menyebarkan pesan kepada khalayak dengan beragam teknologi. Konsumsi merupakan tahapan dimana khalayak menggunakan dan melihat pesan tersebut yang akan menimbulkan efek pada perilaku individu seorang. Komunikasi masaa memiliki fungsi untuk memberi informasi kepada khalayak berupa nilai, norma, kebiasaan, gaya hidup, selera dan sebagainya.2. a) Budaya merupakan sebuah sistem yang berhubungan dengan nilai-nilai dan keyakinan yang merupakan sebuah asumsi yang membentuk pola kehidupan kita dan mengarahkan bagaimana kita harus memandang, berpikir dan bertindak. Dimana karena adanya asumsi tersebut kita akan dapat mengikuti dan meyakini bahwa itu merupakan sesuatu yang telah ada dari generasi ke generasi. Karena itu turun-temurun maka masyarakat akan meyakini hal itu sebagai budaya dari mereka. Dan budaya itulah yang menjadi nilai yang diyakini dan menjadi suatu kebanggan dari masyarakat atas budayanya masing-masing.b) Hubungan antara budaya dengan komunikasi ialah ketika terjalinnya komunikasi antara individu dengan budaya yang berbeda. Dimana dari komunikasi kita mengetahui ragam budaya dan juga bertukar informasi mengenai budaya. Karena tidak semua orang memiliki budaya yang sama. Tempat dimana ia dilahirkan dan dibesarkan pun menentukan budaya yang ia miliki. Yang mana budaya itu berawal dari orang tua yang menurunkannya kepada kita sebagai kebanggaan dari generasi terdahulunya. Latar belakang yang berbeda tersebut menjadikan suatu budaya di masyarakat beragam. Ketika makin banyak perbedaan budaya di setiap orang, maka akan semakin sulit diatasi karena semakin besar pula halangan dari budaya itu. Namun penghalang dari budaya itu sebenarnya bisa diatasi, tergantung penyikapan kita terhadap perbedaan. Kita harus mampu menerima kebudayaan orang lain agar penghalang itu bisa dihilangkan.c) Dalam merespon perbedaan budaya dalam berkomunikasi kita harus meresponnya dengan mengenali budaya itu terlebih dahulu. Kita tidak boleh menilai budaya lain menggunakan pemikiran dari budaya kita sendiri. Artinya kita tidak boleh subjektif melainkan harus objektif terhadap perbedaan budaya. Kadang kita hanya salah memandang saja, untuk itu diperlukan penyesuaian dengan budaya atau dengan lawan bicara yang berbeda budayanya dengan kita. Jangan mengambil kesimpulan terlebih dahulu terhadap budaya lain apalagi hingga memberi komentar tidak baik. Karena apa yang kita pikirkan mengenai suatu budaya itu belum tentu benar dengan keadaannya. Jangan sampai pemikiran yang kita yakini itu juga menjadi keyakinan banyak orang. Karena itu akan menimbulkan salah persepsi. Seharusnya kita mencari tau dan perdalam dulu agar kita mengenal dan tak salah dalam merespon perbedaan budaya serta tak mudah dalam mengambil suatu kesimpulan. Contohnya ialah kita menganggap budaya barat yang tidak baik dari cara berpakaian, dalam arti tidak baiknya mereka ialah  dengan menggunakan pakaian yang pendek dan lebih terbuka daripada di Indonesia. Sedangkan di Indonesia lebih menekankan pada pakaian yang tertutup karena adanya kereligiusan yang berlaku disini. Ketika ada anak ataupun orang dewasa yang menggunakan pakaian minim pasti langsung berpikir yang tidak baik. Karena mereka yang berpikir seperti itu sebenarnya sudah tertanamkan bahwa berpakaian minim itu tidak baik dan itu bukan merupakan budaya dari orang Indonesia. Namun jika di luar negeri pakaian yang terbuka itu tidak ada permasalahan. Diluar negeri orang tidak peduli  dengan pakaian orang lain. Mereka lebih cuek dalam menilai seseorang. Bahkan alasan sebenarnya orang barat menggunakan pakaian minim itu karena disana hawa udaranya sangat panas. Sekalinya mereka berpakaian tertutupun itu benar-benar tertutup karena saat itulah sedang terjadi musim dingin. Namun karena pemikiran masyarakat Indonesia yang sudah tertanamkan bahwa orang luar atau orang barat itu pasti berpakaian minim, sehingga yang akan salalu dipikirkan di benak orang Indonesia adalah pakaian terbukanya. Contoh perbedaan budaya juga terlihat dari masakan orang jawa timur dan jawa tengah. Di jawa timur masakan lebih ke asin yang dikarenakan di sekitarnya terdapat banyak pantai, sedangkan di jawa tengah lebih ke yang manis-manis karena memiliki banyak pohon tebu dan pohon aren di sekitarnya. Namun dari contoh perbedaan budaya yang saya beri kali ini tidak menimbulkan kesalah persepsi, melainkan ini menjadi suatu keunikan suatu wilayah atau tempat. Karena budaya tidak hanya terpaku dari pakaian, bahasa dan rumah. Melainkan dari segi masakan yang berupa makanan itu juga merupakan suatu budaya di tiap daerah yang pastinya berbeda. 3. a) Teknologi merupakan suatu sarana yang dibuat oleh manusia dengan maksud untuk mempermudah pekerjaan manusia dengan menambah fungsi dari indra. Dengan adanya teknologi setiap kegiatan manusia akan terlaksana dengan mudah. Seperti pada awalnya manusia hanya membuat alat sederhana, lama-kelamaan menjadi alat yang canggih. Perkembangan teknologi ini pun terus saja terjadi dengan berangsur-angsur, bahkan tidak dapat di bendung pergerakannya. Berangsurnya teknologi pergerakannya berawal dari tradisional menjadi modern, seperti dulu alat untuk memasak menggunakan tungku namun sekarang sudah berubah menjadi kompor. Contoh lainnya yang berupa teknologi ialah penggunaan surat yang dikirim melalui kantor pos sekarang sudah berubah menjadi pengiriman email. Kemudian dalam teknologi juga terlihat pada koran yang sekarang berubah menjadi koran online yang bisa diakses melalui alat komunikasi yaitu handphone. b) Keunikan teknologi komunikasi dari teknologi lainnya terletak pada perubahannya yang berpengaruh kepada perkembangan hingga saat ini. Seperti dahulu untuk berkomunikasi teknologinya hanya menggunakan pentungan yang biasanya terletak di pos siskamling atau yang sering disebut pos satpam saat ini. Pemtungan itu digunakan untuk memanggil warga sekitar dengan memukul kemudian para warga setempat akan menghampiri pos tersebut dan berkumpul bersama. Sedangkan sekarang jaman semakin maju dan teknologi pun semakin berkembang, seperti adanya handphone menunjukkan tidak perlunya lagi pentungan dibunyikan. Jika terjadi sesuatu tinggal telepon atau kirim pesan saja agar lebih praktis. Dan sekarang handphone bahkan sudah berubah menjadi smartphone yang lebih canggih lagi penggunaannya. Bukan hanya untuk dipegang dan untuk menelepon ataupun mengirimi pesan, namun sekarang sudah banyak fitur dan juga layarnya pun berbeda dengan handphone. Handphone dulu hanya sekedar untuk pegangan jika perlu menghubungi seseorang, layarnya pun bulum bisa di sentuh. Sekarang sudah bisa di sendtuh layarnya bahkan kameranya pun tidak sejelek yang dulu. Dan karena adanya smartphone semua fitur pun mulai betebaran layaknya debu, semakin hari semakin banyak dan semakin canggih. Contohnya karena adanya smartphone munculah aplikasi gojek online, masyarakat tiidak perlu kesusahan lagi dalam bepergian kemanapun. Dari situlah terlihat bagaimana teknologi komunikasi unik, karena bisa merubah banyak hal. Tidak hanya satu atau dua yang berubah, tidak hanya cara berkomunikasinya yang berubah, namun sebenarnya perilaku pun ikut berubah. karena teknologi yang semakin pesat manusia terkadang juga menjadi lupa bahkan buta akan sekitar. Buta maksud saya bukan fisik namun lebih ketidak perdulian seseorang dijaman sekarang di banding dulu. Karena semakin canggih teknologi manusia cenderung sulit untuk melepaskannya, contohnya smartphone. Ketika seseorang sudah memegang smartphone pasti mereka sering kali lupa dengan sekitar  misalnya dengan mengabaikan teman. Hubungan akan semakin renggang karena saat berkumpul semuanya hanya sibuk memegang smartphonenya dan hanya asik sendiri. Bahkan dampaknya pun terlihat dari perilaku anak-anak yang dahulunya bermain bersama-sama seperti petak umpet, lompat tali, main congklak, main barbie, main sepeda kini sudah tergantikan oleh kehadiran smartphone yang canggih. Masa-masa bermain mereka sudah mulai berkurang bahkan nyaris tidak ada terutama di masyarakat perkotaan. Hal itu terjadi karena sudah terlalu asik dengan adanya teknologi. c) Menurut saya masyarakat saat ini terlalu terpaku pada perkembangan teknologi komunikasi, karena sikap mereka sekarang sudah menunjukkan ketidak pedulian terhadap sekitar. Ketika ngumpul bersama pun tidak banyak yang dibicarakan karena masing-masing sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Dan karena kurangnya interaksi itu bisa menimbulkan kerenggangan hubungan antar pribadi. Kemudian juga karena adanya teknologi pelajar akan semakin malas karena terbuai dengan asiknya teknologi seperti bermain mobile legend ataupun get rich dan mungkin game-game lainnya. Karena teknologi pula dampak buruknya kita mungkin saat asik dijalan sambil memegang smartphone kita bisa terkena kejahatan seperti penjambretan. Oleh karena itu kita juga perlu membatasi diri kita kapan saatnya memegang smartphone dan kapan waktunya kebersamaan. Intinya kita harus bisa menempatkan kapan, dimana dan pada saat apa kita bisa menggunakan smartphone. Boleh memakainya namun tidak dengan berlebihan. Karena sebenarnya apapun yang berlebihan itu tidak baik.